Daya tarik televisi begitu besar. Program yang ditayangankan potensial untuk mengagendakan kegiatan kita. Lihatlah banyak anak-anak yang mengawali pagi harinya dengan menonton kartun yang diputar di televisi daripada beribadah, belajar atau mandi. Bisa jadi yang membangunkan mereka adalah suara lagu tema film kartun di televisi, bukannya suara ayah atau bundanya.
Saya ingat sekitar tahun 1996, saat sinetron si Doel I ditayangkan di televisi setiap hari minggu malam, maka jalanan menjadi sepi. Bahkan saat bulan Romadhon setiap malam senin yang datang tarawih hanya sedikit, disebabkan jamaah lebih memilih menonton sinetron daripada Tarawih.
Para pakar memang mengatakan bahwa salah satu dampak kehadiran televisi adalah adanya efek penjadwalan kegiatan.
Tampilkan postingan dengan label Perilaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perilaku. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Mei 2011
Rabu, 16 Maret 2011
Budaya Konsumer
Saya pernah melihat di televisi, ada sebuah mall di Jakarta yang mengadakan diskon besar-besaran untuk pembelian alas kaki bermerk internasional.
Peminatnya sangat banyak, mereka rela antre berjam-jam dan antreannya mengular sampai lantai satu, padahal toko terletak di lantai tiga.
Siapakah para pengantre ini?, apakah mereka orang-orang yang memang membutuhkan alas kaki tersebut?.
Saat pengantre diwawancarai oleh sebuah stasiun televisi, tak ada satupun yang mengatakan "Saya butuh alas kaki merk ini"
Rata-rata mereka menjawab "Mumpung diskon", "Mereknya terkenal sih", dan berbagai alasan lainnya.
Peminatnya sangat banyak, mereka rela antre berjam-jam dan antreannya mengular sampai lantai satu, padahal toko terletak di lantai tiga.
Siapakah para pengantre ini?, apakah mereka orang-orang yang memang membutuhkan alas kaki tersebut?.
Saat pengantre diwawancarai oleh sebuah stasiun televisi, tak ada satupun yang mengatakan "Saya butuh alas kaki merk ini"
Rata-rata mereka menjawab "Mumpung diskon", "Mereknya terkenal sih", dan berbagai alasan lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)