Pages

Tampilkan postingan dengan label pengalamanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalamanku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

Jebakan Media Sosial Di Internet

Pagi hari ini saya dapat "Sarapan" yang sungguh "Bergizi" dari seorang teman di dunia maya.
Beliau menulis tentang "Kebohongan Indah atau Kebenaran Tolol?".
Ada sebaris kalimat yang membuat saya tercenung.
"JEBAKAN dari dunia SOCIAL MEDIA di internet, bila tidak berhati-hati meladeni keinginan untuk "EXIST' dan terlihat "HEBAT".
Seberapa sering membuat note, status, comment, wall post, lalu setelahnya berharap akan ada jempol yang singgah.


Bagai disentil di telinga, saya sebagai pengguna internet dengan segala fiturnya merasa pernah melakukan hal tersebut.  Hampir 24 jam saya mengonlinekan internet baik dari laptop atau dari HP.  Sebentar-sentar saya melihat internet untuk mencari artikel dan info, melihat e-mail atau melihat facebook dan twitter.
Memang jejaring sosial yang tersedia di internet kadang memancing kita untuk "minta perhatian" orang lain.
Jujur, saat awal tergabung dalam jejaring sosial saya pernah menulis status dengan harapan dapat komen (biasa..masih norak)

Sabtu, 09 April 2011

Kekuatan Sebuah Cerita

Pernah mendengar nama Jacob Grimm?, jika belum, pernahkan mendengar cerita Putri Salju?..
Nah Jacob Grimm adalah pengarang cerita Putri Salju.
Ia menuliskan cerita Putri Salju, 18 tahun setelah operasi. Jacob harus menjalani operasi pengangkatan tumor tanpa mengunakan anatesi!, untuk mengalihkan proses operasi itu (yang tentu saja sakit sekali) Jacob didongengi cerita yang membuatnya tidak merasa kesakitan.
Kisah Jacob ini tertulis di buku 101 Kisah yang Memberdayakan, karya George W Burns, seorang pakar psikoterapi.

Saya sendiri mempunyai pengalaman tentang kekuatan sebuah cerita. Saya dahulu sangat takut dengan patung bungkus rokok  yang besarnya seperti raksasa (begitulah saat itu saya membayangkan raksasa) yg ada di perempatan jalan menuju rumah saya. Patung itu sebenarnya iklan rokok, namun karena eyang selalu menceritakan bahwa keadaan neraka seperti patung itu, siapa saja yang tidak menurut pada orang tua maka akan dimasukkan ke dalam patung tersebut, yang di dalamnya terdapat api yg sangat panas..hickz..sungguh menakutkan bagi anak seusia saya saat itu (usia 6 tahun). Dan cerita eyang itu terus terngiang hingga saya duduk di kelas 4 SD, dimana saya mengetahui bahwa neraka itu tidak seperti yang digambarkan eyang.